Kevin Ekaputra Yohar
16513350
Understanding Cyberworld 2020
·
Realisasi
Menurut
saya, dunia di tahun 2020 seperti di film “Understanding Cyberworld 2020”
kemungkinan kecil terjadi. Film yang dibuat tahun 2002 tersebut menunjukkan
teknologi yang masih digunakan hingga saat ini, seperti laptop. Di sisi lain,
film tersebut juga meramalkan bahwa di tahun 2020 komputer ada di banyak sudut
di sebuah rumah. Menurut saya, laptop akan masih banyak digunakan di tahun 2020
mendatang tentunya dengan spesifikasi yang lebih hebat, seperti prosesor yang
semakin cepat seperti yang diramalkan oleh Gordon Morris pada tahun 1965. Ia
menyatakan bahwa setiap 18 bulan, kecepatan prosesor komputer akan mejadi dua
kali lipat dan hal ini sudah terbukti hingga film ini dibuat (2002) – dan bahkan
hingga sekarang. Selain faktor realita, problema dalam hal privasi juga dapat menghambat
pesatnya kemajuan teknologi, terutama teknologi informasi.
·
Isu etika
Saya
mengesensi satu masalah etika dalam film ini, yaitu begitu leluasanya manusia
menentukan bentuk fisik calon anak mereka. Hal ini tentu akan menjadi
kontroversi, terutama dalam hal etika beragama.
·
Manfaat
Kemajuan
teknologi tentu sangat bermanfaat bagi kehidupan manusia. Abdien Intelligence yaitu rumah pintar yang ada dalam film “Understanding
Cyberworld 2020” dapat menolong orang-orang berkebutuhan khusus. Sistem kamera
di suatu kota yang semakin terintegrasi dapat membuat tingkat kriminalitas di
kota tersebut menurun. Selain itu, di masa depan, orang tidak perlu mengantri
lagi jika ingin mengurus urusan administratif. Semuanya akan dilakukan secara
online yang menghemat uang dan waktu. Life
expectancy yang semakin meningkat menjadi semakin realistis berkat adanya
kemajuan teknologi di dunia medis. Riset tentang jantung buatan dan mata buatan
sudah memasuki tahap penerapan.
·
Dampak negatif
Disamping
memberikan begitu banyak manfaat, cyberworld
juga memiliki dampak negatif yang harus diminimalisasi. Standar privasi setiap
individu akan semakin menurun. Dengan kata lain, privasi akan menjadi semakin
sulit di masa depan. Jika ditinjau dari sisi keamanan dunia cyber, selalu ada
kemungkinan untuk diretas. Para hacker
yang sangat hebat meretas dan tidak bertanggungjawab dapat memiliki dan
memanipulasi informasi-informasi yang mereka dapat. Hal ini dapat memicu
hal-hal yang kriminal, seperti terorisme. Selain itu, dengan semakin majunya
teknologi, bioteknologi akan semakin dini diajarkan kepada pelajar. Hal ini memungkinkan
rekayasa virus yang berbahaya bagi manusia – baik disengaja maupun tidak
disengaja - yang juga termasuk kejahatan terorisme.
·
Komentar umum
Menurut
saya, kehadiran cyberworld dapat ‘menyingkirkan’
orang-orang yang sulit menerima informasi. Di film “Understanding Cyberworld
2020”, dikatakan bahwa separuh dari populasi manusia memiliki IQ dibawah 100,
yang merupakan IQ rata-rata di dunia. Orang-orang ini dikhawatirkan akan
tersaingi oleh robot-robot yang akan menggantikan satu per satu pekerjaan
manusia. Selain itu, menurut saya, di masa depan yang semakin maju akan dibuat
banyak peraturan atau undang-undang oleh pemerintah tentang teknologi untuk
membatasi ruang gerak teknologi dan untuk meminimalisasi dampak negatif yang
mungkin terjadi.
No comments:
Post a Comment