Thursday, 12 December 2013

Tugas 7 PRD

Kevin Ekaputra Yohar

16513350

Kuis Simulasi UAS PRD I

1.   Menurut Kosky et al, rekayasa adalah rancangan dan analisis kreatif yang memanfaatkan energi, material, gerak, dan informasi untuk melayani kebutuhan manusia dengan cara yang inovatif. Rekayasa merupakan penerapan kaidah-kaidah ilmu dl pelaksanaan (seperti perancangan, pembuatan konstruksi, serta pengoperasian kerangka, peralatan, dan sistem yg ekonomis dan efisien). 

Desain adalah suatu rancangan untuk mengubah suatu bentuk yang telah ada untuk menjadi lebih menarik dan efisien. Desain merupakan perencanaan dalam pembuatan sebuah objek, sistem, komponen atau struktur. Kemudian, kata “desain” dapat digunakan sebagai kata benda maupun kata kerja. Dalam artian yang lebih luas, desain merupakan seni terapan dan rekayasa yang berintegrasi dengan teknologi. Desain dikenakan pada bentuk sebuah rencana, dalam hal ini dapat berupa proposal, gambar, model, maupun deskripsi. Jadi dapat dikatakan, desain merupakan sebuah konsep tentang sesuatu.

 

Persamaan rekayasa dan desain terletak pada tujuannya, yaitu sama-sama bertujuan untuk memajukan kehidupan manusia. Sedangkan perbedaan rekayasa dan desain adalah cara untuk mencapai tujuan tersebut. Rekayasa memunculkan ide untuk menyelesaikan suatu masalah, sementara desain mengupayakan penyelesaian masalah dengan efisiensi yang semaksimal dan semenarik mungkin.

 

2.      Contoh peran rekayasa dan desain dalam masyarakat yaitu:

1.      Mesin-mesin produksi di bidang perindustrian berkontribusi dalam menghasilkan produk-produk yang membantu memudahkan pekerjaan manusia

2.      Rekayasa genetika yang mampu menyembuhkan penyakit-penyakit yang tergolong kronis

3.      Pembangunan infrastruktur dari material yang direkayasa sehingga dapat menambah ketahanan dan keawetan infrastruktur

 

3.     Insinyur adalah sebuah profesi. Maksud pernyataan tersebut adalah insinyur harus mengikuti kaidah-kaidah profesi dengan kemampuan rekayasa dan desain yang dimilikinya, misalnya selalu menerapkan kode etik dan menjunjung tinggi profesionalitas.

4.    Kode etik menjadi hal yang utama dalam profesi insinyur untuk membatasi para insinyur agar tidak mengakibatkan kerugian pada pihak tertentu. Kode etik menjamin insinyur bekerja untuk kesejahteraan masyarakat banyak. Selain itu, kode etik juga menjadi standar pelaksanaan insinyur sebagai profesi.

5.  Secara garis besar, langkah langkah umum yang digunakan seorang insinyur untuk memecahkan masalah adalah sebagai berikut: 


    •            Need : merumuskan masalah apa yang harus diselesaikan
    •            Know : menuliskan hal-hal apa saja yang diketahui untuk menyelesaikan masalah
    •            How : memodelkan dan menjelaskan metode penyelesaian masalah
    •            Solve : melakukan metode penyelesaian untuk menyelesaikan masalah
    •            (Check) : mengecek kembali penyelesaian masalah (jika diperlukan)

Langkah need-know-how-solve-(check) membantu dalam:      

  •  Menghindari menyelesaikan masalah yang salah
  •  Merumuskan proses penyelesaian masalah

6.      Pengetahuan mengenai energi memegang peran begitu penting dalam rekayasa karena semua bidang dalam rekayasa digerakkan oleh energi sehingga dapat berjalan dan berkembang. Pengetahuan tentang energi membantu manusia dalam mengolah energi secara optimal.

7.   Menurut saya, maksud gambar tersebut dalam kaitan dengan konsep rekayasa dan desain adalah suatu permasalahan yang diselesaikan dengan menggunakan konsep rekayasa dan desain. Dengan menggunakan produk-produk rekayasa dan desain, proses pemecahan masalah menjadi semakin sederhana sehingga menjadi lebih baik dari penyelesaian masalah tanpa menggunakan konsep rekayasa dan desain. Akibatnya, tingkat kesulitan masalah yang dapat diselesaikan dengan konsep tersebut menjadi lebih tinggi.  Peran manusia di sini adalah sebagai pengendali produk rekayasa dan desain yang telah mereka buat.

8.      Menghitung berat bumi

Need: berat bumi
Know:
-          diasumsikan perhitungan Eratosthenes tentang jari-jari bumi benar, yaitu sekitar 6.366 km
-          konstanta gravitasi Newton (G) sebesar 6,67 x 10-11 m3 s-2 kg-1
-          diasumsikan besar percepatan gravitasi = 9,8 m s-2
How:
-          F = G.M.m.r-2  (1); W = m.g (2)
-          Menghitung gaya yang bekerja pada benda bermassa 1 kg di permukaan bumi
Solve:
-          Didapat gaya yang bekerja pada benda bermassa 1 kg (m) di permukaan bumi sebesar 9,8 N (W = F)
-          Besar gaya ini dimasukkan ke persamaan (1), sehingga diperoleh besar massa bumi (M) sebesar 5,95 x 1024 kg
-          Dengan persamaan (2), diperoleh berat bumi, yaitu sekitar 5,84 x 1025 N


Referensi

Wednesday, 20 November 2013

Tugas 6 PRD

Spesifikasi Personal Computer yang paling efisien dibeli dengan harga Rp 7.000.000,00 untuk keperluan programming


16513050 Bagaskoro Meyca Dwiyananda Putra
16513086 Luminto
16513350 Kevin Ekaputra Yohar
16513356 Adytia
16513362 Fauzan Naufal Ramadhan

Tiap programmer tentunya mendambakan komputer (PC) yang tinggi kecepatannya ketika digunakan untuk membuat aplikasi. Akan sangat menjengkelkan ketika komputer yang dipakai menjadi lambat dan ngehang. Untuk itu, diperlukan komputer yang memiliki keunggulan pada prosesornya. Namun, pendingin prosesor dalam hal ini juga patut diperhatikan, mengingat lamanya waktu seorang programmer dalam mengoperasikan komputernya. Dengan modal yang tidak sampai Rp 7.000.000,-, spesifikasi yang dibutuhkan untuk merakit sebuah PC untuk keperluan programming adalah:

1.  Motherboard: GIGA BYTE GA-Z68MA-D2H-B3 dengan harga Rp 1.270.000,-
     - Kompatibel dengan CPU i3, i5, dan i7
     - Kapasitas memori sampai 32 GB dengan slot DDR3










2.  Processor: Intel® Core™ i5-2550K Processor (6M Cache, 3.40 GHz) dengan harga Rp 1.860.000,-  
3.  RAM: V-GeN, DDR3, 10600/1333 MHz, 4x2GB dengan harga Rp 512.000,-


4.  Monitor: Samsung, S19A100N Led Wide Screen, 18.5” dengan harga Rp 1.160.000,-
     - Resolusi layar: 1366 x 768
     - Corak warna: 16,7 juta
     - Kecerahan layar: 200 cd/m2
     - Konsumsi daya 17 watt









5.  Harddisk: SEAGATE Barracuda 500GB dengan harga Rp 742.000,-
     - Cache: 16 MB
     - Interface: SATA 3GB/s
     - Kecepatan sudut: 7.200 rpm
     - Kecepatan transfer maksimum: 78 MB/s


6. Keyboard: Logitech Flat Keyboard USB dan PS2 dengan harga Rp 127.000,-









7. Power Supply: Simbadda 530 Watt dengan harga Rp 550.000,-


8. Cashing: Simbadda SIM C-3771/3773/3775 dengan harga Rp 445.000,-








9. Mouse: Logitech Mouse USB dan PS2 dengan harga Rp 64.000,-
10. Heat sink: DEEPCOOL ICE EDGE 200T dengan harga Rp 128.000,-
      - Dimensi kipas: 92 mm x 92 mm x 25 mm menawarkan keseimbangan sempurna antara aliran udara dan kebisingan


Tugas 5 PRD

Jefferson County Success Story

16513050 Bagaskoro Meyca Dwiyananda Putra
16513086 Luminto
16513350 Kevin Ekaputra Yohar
16513356 Adytia
16513362 Fauzan Naufal Ramadhan


Jefferson County, Alabama was the first county in the nation to become registered to the ISO-14001 standard. During the successful ISO-14001 audit, the county's EMS was declared a "model program" and an example for other public sector entities.

ISO 14001 is an environmental management standard. It specifies a set of environmental management requirements for environmental management systems. The purpose of this standard is to help all types of organizations to protect the environment, to prevent pollution, and to improve their environmental performance.
Introduction

Jefferson County received an EPA grant which offered assistance in developing an EMS. Only 14 communities nationwide received these grants. The first participants from Jefferson County included four divisions of General Services (Crafts, Grounds, Maintenance, and the Print Shop) and Fleet Management. Since then, it has grown to include Human Resources, the Central Laundry, Information Technology, and the remaining areas in the General Services Department. Collectively, the "fence line" of participating EMS departments involves about 500 employees.

The General Services Department manages the public buildings of the county, including custodial services, air conditioning and heating, waste disposal, recycling, and similar tasks. Fleet Management manages the County's rolling stock, including cars, trucks, and other vehicles. Environmental impacts include energy consumption, resource recycling, air emissions, biodegradable materials disposal, pest control, and purchase and disposal of hazardous materials. The two departments produce such wastes as refrigerants, batteries, motor oil, and medical waste.

The Central Laundry provides laundering services for linens, clothing and other washable materials for County and municipal jail facilities; Cooper Green Hospital, which is Jefferson County's indigent health care facility; and the Jefferson County Health and Rehabilitation Center, which provides nursing home care. Environmental impacts here include threats to the environment from chemical spills and contact with blood borne pathogens in soiled laundry.

As the name suggests, Information Technology addresses all the electronic data management, business applications, and other technical services. Some of their environmental impacts include soil and water contamination, as well as negative impacts on landfill space from disposal of paper, batteries, and printer/toner cartridges.

The Human Resources Department handles County insurance claims, occupational health matters, and a growing number of personnel activities. Environmental impacts include contamination from mercury disposal and contact with blood borne pathogens.

The Environmental Protection Division, which is under the Human Resources umbrella, acts as the coordinator of the County's EMS program and has outreach, education, and a small enforcement role in the issues of ground level ozone, illegal dumping, mosquito abatement, and scrap tires. These impacts include contamination for the soil, water, and air, as well as public and employee environmental health and safety.

Planning and Implementation

Some key drivers for EMS implementation in Jefferson County were the widening enthusiasm for the EMS concept among environmental professionals, the high availability of government assistance programs to aid in EMS development, and the ability to partner environmental management with existing health and safety programs.

General Services and Fleet Management were selected over other County departments because of the variety of potential environmental impacts of the divisions and because of the enthusiastic support for EMS implementation from the Department of General Services Director, the leadership at Fleet Management, and the County Commission. Expectations of EMS implementation included:
1.      Financial benefits, as insurers and bonding agencies could reward the adoption of an EMS with better rates;
2.      Use of the EMS as a marketing and public relations tool;
3.      Increased compliance with environmental regulations; and
4.      Regulatory benefits.

The labor costs associated with the development of the County's EMS program totalled $92,734. A total of 3,877 personnel hours were used. The program underwent an independent review from external auditors and became registered to the ISO-14001 standard in February, 2002.

Benefits

EMS implementation efforts have resulted in:
1.      A voluntary reduction in waste cardboard generation;
2.      A shift to soy-based inks at the Print Shop;
3.      Other improvements in conservation technologies;
4.      A reduction in garbage disposal costs resulting from a mixed paper recycling program in several County facilities that captures about 20,000-30,000 lbs. each month;
5.      A recycling/reuse program that captures other materials including antifreeze, oil, fluorescent lamps and ballasts, paints and solvents, lead acid and other batteries, and scrap metal;
6.      Reduction of approximately 28,000 lbs. in total solid waste production due to a composting program being instituted in 2003;
7.      Elimination of the use of organophosphate pesticides; and
8.      Spill prevention and containment programs in various facilities.
It is estimated that these improvements will yield an 8% reduction in water use and an 8-12% annual reduction in electricity. The EMS has also led the County to adopt other sustainable approaches to the delivery of government services.

"Many people hear 'environmental management' and immediately think two things: bureaucracy and expense. But the EMS effort for us yielded dozens of real world, long-term cost savings in areas like reduced power and water use. Perhaps even more significant is the possible impact on our bond ratings. Rating agencies recognized that, in taking time to examine how we did our-day-to-day business, Jefferson County had created a workplace that was less likely to generate injuries or serious environmental accidents. Less risk means greater opportunity for return on an investment. We're told the potential impact of our EMS, taken with other factors, is a 1/16th to 1/8th of a point improvement, which could mean millions of dollars of taxpayer money saved each time we borrow money for capital projects. Now, that's the kind of documented savings that makes elected leaders and the public both very happy."

--Billy Morace, Director of General Services, Jefferson County, Alabama

Lessons Learned

Jefferson County achieved early success by intentionally starting small and including only enthusiastic participants. In the long term, the County is working diligently towards its goal to include other departments, who will be attracted by the financial and resource savings, the improved morale, and the safer work environments an EMS has to offer.

Conclusions

Through implementation of the EMS, the County has plainly demonstrated its commitment to obeying all laws and applicable guidelines relative to environmental matters. In addition, the EMS has been an opportunity for the County to hold itself to a higher standard, and to set the example for the broader local community.

The County will maintain ongoing self-evaluations and goal setting to assure a steady movement towards their commitment to continual improvement.


Saturday, 19 October 2013

Tugas 4 PRD

Masalah Sampah di Kota Besar


16513050 Bagaskoro Meyca Dwiyananda Putra
16513086 Luminto
16513350 Kevin Ekaputra Yohar
16513356 Adytia
16513362 Fauzan Naufal Ramadhan

PENDAHULUAN
ü  Latar Belakang
Permasalahan sampah di kota besar masih menjadi bahan diskusi untuk pemecahan mencapai solusi sampai saat ini. Begitu juga dengan permasalahan sampah di Kota Bandung khususnya yang terletak di daerah Sekeloa, Kecamatan Dago. Permasalahan utama sampah di daerah ini terletak pada daerah sungai yang kumuh. Pemukiman penduduk yang sangat padat, banyaknya pertokoan dan jumlah tempat sampah yang terbatas membuat banyaknya masalah lain muncul. Hal ini menyebabkan warna air berubah dan menyebarkan bau yang busuk menyengat.

ü  Perumusan Masalah
1.    Apa penyebab sampah bisa menumpuk di sungai Sekeloa?
2.    Darimana sumber sampah yang ada di sungai Sekeloa?
3.    Apa saja akibat sampah menumpuk pada sungai Sekeloa?
4.    Bagaimana menanggulangi akibat dari penumpukan sampah di sungai Sekeloa?

ü  Tujuan
Tujuan penelitian ini adalah pencapaian solusi untuk mengembalikan fungsi sungai sebagai saluran air yang bebas dari sampah.

PENGUMPULAN DATA
ü  Metoda pengambilan data
Dalam metode pengambilan data menggunakan metode observasi lapangan dan penggunaan asumsi dengan berdasar pengetahuan yang ada serta tambahan referensi internet.

ü  Alat yang digunakan untuk pengambilan data
1.    Kamera
2.    Alat Tulis

ü  Identifikasi kendala
Kendala dalam penelitian ini mencakup keterbatasan durasi pengambilan data, jumlah responden yang sedikit serta keterbatasan alat untuk meneliti keadaan sungai secara ilmiah. Kendala-kendala tersebut menyebabkan data masih belum cukup objektif.

ANALISA
ü  Metoda dalam mencapai tujuan
Need:
Pemecahan masalah limbah sampah di sungai


Know:



















Dari sampah di Sungai Sekeloa diuraikan:
limbah rumah tangga , limbah pabrik , limbah padat, limbah cairan

Penyebab penumpukan sampah dari hasil observasi:
pembuangan sampah secara sembarangan di sungai karena ketidaksadaran masyarakat akan kebersihan lingkungan, tidak adanya perhatian pemerintah tentang masalah lingkungan, dan tidak adanya pengolahan dan sistem bank sampah di daerah sekeloa.

Akibat dari sampah di Sungai Sekeloa yang bisa diamati secara langsung:
penyumbatan saluran air, lingkungan yang tidak higinis , pembersihan sampah pada sungai yang tidak pernah dilakukan , sampah anorganik yang susah diurai  yang menyebabkan air sungai menjadi kotor dan mengeluarkan bau busuk.


How :
Dalam metode ini kita menguraikan penyebab dari masalah. Dari penyebab kita menguraikan lagi dengan menggunakan beberapa asumsi yang didasarkan observasi lapangan. Dari asumsi tersebut dilakukan penguraian solusi yang bisa dilakukan

Solve :
Jika kita mengasumsikan jumlah keluarga di daerah sekitar sungai tersebut adalah 50 keluarga, dan juga diasumsikan ada 1  toko untuk setiap 10 keluarga, sedangkan diasumsikan sampah yang dihasilkan setiap keluarga adalah 5 kg sedangkan toko 15 kg setiap minggunya dan 10 % dari jumlah sampah-sampah itu terbuang ke sungai. Maka setiap minggunya sampah yang terbuang di sungai sekeloa 100 kg/minggu.

Dengan 100 kg sampah/minggu diasumsikan 25% adalah organik. Sehingga 75 kg sampah adalah sampah anorganik. Dengan angka ini kita bisa menggunakan metode daur ulang, namun daur ulang tidak bisa diaplikasikan pada semua jenis sampah anorganik. Kita asumsikan hanya 40% yang bisa didaur ulang. Sehingga masih tersisa 45 kg sampah anorganik. Sehingga perlu pencarian solusi yang lebih alternatif lagi.

Selain menggunakan asumsi penghitungan. Penyebab awal dari sampah itu sendiri adalah kurangnya kesadaran masyarakat. Oleh karena itu sosialisasi untuk tidak membuang sampah sembarangan perlu dilakukan. Dengan adanya sosialisai tentang sampah diharapkan warga sadar akan bahaya sampah terhadap lingkungan. Dengan kesadaran masyarakat hal yang bisa memaksimalkan solusi pembuangan di sungai adalah penambahan tempat sampah, pengadaan sistem bank sampah (individu mengumpulkan sampah yang selanjutnya diberikan ke “bank” untuk diproses/diolah menjadi barang yang bernilai / berharga untuk kemudian diberikan sebagian keuntungannya kepada individu tersebut) , Hal lain yang juga bisa dilakukan adalah penggunaan sistem 3R (Reduce , Reuse , Recycle). Dengan adanya sosialisasi dan program ini diharapkan sampah berkurang sampai 90% dari jumlah 45 kg.

Selain itu aspek yang terhubung pada daerah sekeloa juga dari pemerintah daerah. Seharusnya pemerintah juga harus lebih aktif dalam menanggulangi masalah sampah. Hal yang bisa dilakukan pemerintah adalah melakukan sosialisai sampah dengan format yang bisa masuk dalam pengetahuan masyarakat. Selain pendekatan dengan cara sosialisasi pemerintah harusnya lebih memperhatikan masalah terkait sampah melalui sisi hukum, salah satunya dengan pengadaan perda tentang sampah yang bisa mencakup peraturan tentang pelarangan keras pembuangan sampah di tempat umum dan penghimbauan yang harus lebih sering dilakukan terkait kesejahteraan masyarakat yang diindikasikan oleh kenyamanan yang didapatkan dari lingkungan yang bersih. Diharapkan dari kerjasama masyarakat yang ada  bisa didapatkan tingkat pembuangan samapah di sungai sekeloa menjadi 0 kg/minggu.
ü  Solusi alternatif
Sampah merupakan produk hasil dari lingkungan yang tidak memiliki mamfaat untuk lingkungan. Bahkan bila dibiarkan lebih lanjut masa seiring waktu dapat memberikan kerugian bagi lingkungan itu sendiri.
Secara umum sampah digolongkan menjadi sampah organik dan sampah anorganik. Sampah anorganik adalah sampah yang tidak dapat diuraikan oleh lingkungan. Sedangkan sampah organik adalah sampah yang dapat diuraikan oleh lingkungan.
Kawasan padat penduduk di kota- kota besar jauh lebih aktif mengasilkan sampah. Sampah di kota besar seperti Pekanbaru sering kali menimbulkan masalah terutama konflik antara warga penghuni kawasan tempat pembuangan sampah akhir (TPA) dengan pemerintah kota. Timbulnya permasalahan sampah memunculkan suatu pemikiran kreatif untuk memberikan solusi mengatasi masalah sampah.
Cara pertama dari pemamfaatan sampah adalah memisahkan sampah organik dan sampah anorganik. Dimana masing- masing sampah memiliki proses tersendiri dalam pemamfaatannya.  Sampah anorganik dimamfaatkan melalui program bank sampah. Sedangkan sampah organik dimamfaatkan melalui Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTs).
Keberhasilan program bank sampah ini disinyalir akan diikuti oleh pembangunan bank sampah lainnya di kota- kota besar indonesia. Bank sampah menerapkan prinsip 3R yakni Reuse, Reduce dan Recycle. Reuse berarti menjadikan barang yang tidak bermanfaat menjadi barang yang bermanfaat. Reduce, mengurangi sampah, contohnya kalau ibu-ibu yang mau belanja lebih baik bawa tas dari rumah, jadi kalau belanja tidak lagi pakai tas plastik. Dan  Recycle berarti mendaur ulang sampah menjadi produk yang bernilai ekonomi.
Pembangkit listrik tenaga sampah memamfaatkan sampah- sampah organik untuk di fermentasikan menjadi Bio-Gas seperti Metana (CH4) 50-70 persen dan carbon dioksida (CO2) 50-30 persen, dan pupuk organik (dalam bentuk padat maupun cair).

KESIMPULAN
Dalam mencapai tujuan untuk menanggulangi masalah sampah di Sungai Sekeloa bisa dilakukan dengan pengolahan sampah dan peningkatan sosialisasi tentang kesadaran masyarakat akan sampah. Namun penanggulangan ini bisa mencapai tujuan secara maksimal jika semua pihak turut aktif dalam permasalahan sampah seperti pemerintah, tokoh masyarakat dan masyarakat itu sendiri.



Monday, 16 September 2013

Tugas 2 PRD

                                                                 ­      Kevin Ekaputra Yohar
                                                                                                           16513350


Understanding Cyberworld 2020

·         Realisasi
    Menurut saya, dunia di tahun 2020 seperti di film “Understanding Cyberworld 2020” kemungkinan kecil terjadi. Film yang dibuat tahun 2002 tersebut menunjukkan teknologi yang masih digunakan hingga saat ini, seperti laptop. Di sisi lain, film tersebut juga meramalkan bahwa di tahun 2020 komputer ada di banyak sudut di sebuah rumah. Menurut saya, laptop akan masih banyak digunakan di tahun 2020 mendatang tentunya dengan spesifikasi yang lebih hebat, seperti prosesor yang semakin cepat seperti yang diramalkan oleh Gordon Morris pada tahun 1965. Ia menyatakan bahwa setiap 18 bulan, kecepatan prosesor komputer akan mejadi dua kali lipat dan hal ini sudah terbukti hingga film ini dibuat (2002) – dan bahkan hingga sekarang. Selain faktor realita, problema dalam hal privasi juga dapat menghambat pesatnya kemajuan teknologi, terutama teknologi informasi.

·         Isu etika
Saya mengesensi satu masalah etika dalam film ini, yaitu begitu leluasanya manusia menentukan bentuk fisik calon anak mereka. Hal ini tentu akan menjadi kontroversi, terutama dalam hal etika beragama.

·         Manfaat
Kemajuan teknologi tentu sangat bermanfaat bagi kehidupan manusia. Abdien Intelligence yaitu rumah pintar yang ada dalam film “Understanding Cyberworld 2020” dapat menolong orang-orang berkebutuhan khusus. Sistem kamera di suatu kota yang semakin terintegrasi dapat membuat tingkat kriminalitas di kota tersebut menurun. Selain itu, di masa depan, orang tidak perlu mengantri lagi jika ingin mengurus urusan administratif. Semuanya akan dilakukan secara online yang menghemat uang dan waktu. Life expectancy yang semakin meningkat menjadi semakin realistis berkat adanya kemajuan teknologi di dunia medis. Riset tentang jantung buatan dan mata buatan sudah memasuki tahap penerapan.

·         Dampak negatif
Disamping memberikan begitu banyak manfaat, cyberworld juga memiliki dampak negatif yang harus diminimalisasi. Standar privasi setiap individu akan semakin menurun. Dengan kata lain, privasi akan menjadi semakin sulit di masa depan. Jika ditinjau dari sisi keamanan dunia cyber, selalu ada kemungkinan untuk diretas. Para hacker yang sangat hebat meretas dan tidak bertanggungjawab dapat memiliki dan memanipulasi informasi-informasi yang mereka dapat. Hal ini dapat memicu hal-hal yang kriminal, seperti terorisme. Selain itu, dengan semakin majunya teknologi, bioteknologi akan semakin dini diajarkan kepada pelajar. Hal ini memungkinkan rekayasa virus yang berbahaya bagi manusia – baik disengaja maupun tidak disengaja - yang juga termasuk kejahatan terorisme.

·         Komentar umum
Menurut saya, kehadiran cyberworld dapat ‘menyingkirkan’ orang-orang yang sulit menerima informasi. Di film “Understanding Cyberworld 2020”, dikatakan bahwa separuh dari populasi manusia memiliki IQ dibawah 100, yang merupakan IQ rata-rata di dunia. Orang-orang ini dikhawatirkan akan tersaingi oleh robot-robot yang akan menggantikan satu per satu pekerjaan manusia. Selain itu, menurut saya, di masa depan yang semakin maju akan dibuat banyak peraturan atau undang-undang oleh pemerintah tentang teknologi untuk membatasi ruang gerak teknologi dan untuk meminimalisasi dampak negatif yang mungkin terjadi.